Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momen yang sangat dinantikan umat Muslim di Indonesia setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Momen ini tidak hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri.
Salah satu tradisi yang tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri adalah mudik ke kampung halaman. Menyadari hal ini, Changan Indonesia turut serta memberikan perhatian dengan membagikan serangkaian tips bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil listrik agar perjalanan terasa aman dan nyaman.
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menekankan pentingnya Idul Fitri sebagai momen krusial bagi banyak orang untuk kembali ke keluarga di kampung halaman. Ia meyakinkan bahwa kendaraan listrik Changan telah teruji kemampuannya untuk mendukung perjalanan jarak jauh.
“Tidak hanya relevan untuk penggunaan harian, tapi juga siap mendukung perjalanan jarak jauh dengan aman dan nyaman,” ungkap Setiawan Surya pada Kamis, 12 Maret 2026.
Setiawan Surya juga menekankan pentingnya persiapan kendaraan yang matang sebelum digunakan untuk perjalanan mudik. Berikut adalah beberapa tips yang dibagikan oleh Changan Indonesia untuk memastikan kelancaran mudik lebaran menggunakan mobil listrik:
Kondisi Kendaraan Harus Prima
Memastikan kondisi mobil listrik dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh adalah langkah krusial. Pengguna disarankan untuk melakukan pemeriksaan mendetail pada berbagai aspek kendaraan.
Pemeriksaan ini mencakup kondisi ban, sistem keamanan, dan sistem pengereman. Hal yang paling penting adalah memastikan kondisi baterai dalam keadaan optimal dan memiliki daya yang cukup untuk menempuh jarak tempuh yang direncanakan.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan maksimal bagi pemudik, serta mencegah potensi risiko yang tidak diinginkan selama perjalanan.
Perencanaan Rute Perjalanan
Setelah memastikan kondisi kendaraan siap, perencanaan rute perjalanan menjadi perhatian selanjutnya. Pemilihan rute yang tepat dan perencanaan yang matang dapat memberikan rasa nyaman selama mudik.
Sebelum berangkat, penting untuk memastikan ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur mudik. Hal ini sangat penting untuk mengantisipasi jika daya baterai mobil listrik menipis sebelum mencapai tujuan.
Selain lokasi SPKLU, pengguna mobil listrik juga perlu memahami kemampuan jarak tempuh kendaraan mereka untuk memastikan mobilitas yang aman selama perjalanan mudik.
Perhatikan Gaya Berkendara
Di tengah kepadatan lalu lintas yang biasa terjadi saat musim mudik, pengendara mobil listrik diimbau untuk tidak melakukan akselerasi yang terlalu agresif. Menjaga konsumsi energi agar tetap optimal adalah kunci.
Memanfaatkan fitur _regenerative braking_ sangat disarankan. Fitur ini bekerja saat kendaraan mengerem, di mana energi yang dihasilkan membantu menjaga efisiensi konsumsi energi kendaraan. Teknologi ini sangat membantu dalam perjalanan jarak jauh agar lebih optimal, terutama saat mudik lebaran.
Selain itu, pengendara mobil listrik dapat memanfaatkan berbagai mode berkendara yang tersedia, seperti Sport Mode dan Eco Mode, untuk menyesuaikan karakter performa kendaraan sesuai dengan kebutuhan perjalanan.
Pertimbangkan Beban Kendaraan
Saat melakukan mudik, barang bawaan penumpang biasanya cukup banyak dan perlu diatur di dalam mobil. Penting untuk memastikan bahwa muatan yang dibawa tidak melebihi kapasitas kendaraan.
Beban kendaraan yang berlebihan dapat mempengaruhi performa mobil dan keselamatan berkendara. Jika muatan terlalu banyak, kinerja mobil selama perjalanan akan meningkat, yang berimplikasi pada konsumsi daya baterai yang lebih boros.
